Senin, 24 Desember 2012

Kalimat - Kalimat dalam Bahasa Indonesia



KALIMAT
satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan maupun tulisan yang mengungkapkan pikiran secara utuh. Dalam wujud lisan kalimat diungkapkan dengan suara yang naik dan turun, lemah dan lembut, disela dengan jeda, dan diakhiri dengan intonasi. Sedangkan dalam wujud tertulis kalimat diawali dengan huruf kapital dan di akhiri dengan tanda titik, tanda tanya dan tanda seru

Kalimat Menurut Struktur Gramatikal
Kalimat baku harus gramatikal, yaitu kalimat baku yang harus memenuhi kaidah yang berlaku di dalam bahasa Indonesia. Kaidah-kaidah tersebut menurut Susilo (1990:4) ialah harus memenuhi tata kalimat (sintaksis), tata frase (frasiologi), tata morfem (morfologi) dan tata fonem (fonemik, fonologi). Kalimat bahasa Indonesia secara gramatikal setidaknya terdiri atas unsur subjek dan unsur predikat. 

a.       Kalimat Tunggal
kalimat yang hanya memiliki satu pola (klausa), yang terdiri dari subjek dan predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat yang paling sederhana. Kalimat tunggal yang sederhana ini dapat ditelusuri berdasarkan pola-pola pembentukannya.

Contoh : Anak itu sangat rajin.

b.      Kalimat Majemuk Setara
kalimat yang terdiri dari 2 atau lebih kalimat tunggal, dan kedudukan tiap kalimat tunggal itu ialah setara.
                       Contoh : Aku menulis surat itu dan Dia yang mengirimnya ke kantor pos.

c.       Kalimat Majemuk Bertingkat
penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.

Contoh : Dia ingin masuk ke perguruan tinggi di Jakarta walaupun nilai kelulusannya tidak memenuhi syarat.

d.      Kalimat Majemuk Campuran
kalimat majemuk yang merupakan penggabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Minimal pembentukan kalimatnya terdiri dari 3 kalimat.

Contoh : Toni bermain dengan Kevin dan Rina membaca buku dikamar, ketika aku datang kerumahnya.


Kalimat Menurut Bentuk Gayanya (Retorik)

a.       Kalimat yang melepas
Kalimat ini akan terwujud jika kalimat majemuk diawali dengan induk kalimat (kalimat utama) dan diikuti oleh anak kalimat. Gaya penuilisan itu disebut gaya penyajian melepas.

Contoh : Saya akan diizinkan pergi dengan teman-teman jika saya selesai mengerjakan pekerjaan rumah.

b.      Kalimat yang klimaks
Kalimat ini akan terbentuk jika anak kalimat berada di awal kalimat majemuk dan diikuti oleh kalimat utama (induk kalimat).

Contoh : Karena pola makan yang tidak teratur, penyakit Maagnya sering kambuh.

c.       Kalimat yang berimbang
Kalimat ini biasanya disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk campuran. Gaya penyajian seperti ini ialah untuk memperlihatkan kesejajaran bentuk dan informasinya.

Contoh : Harga pangan saat ini makin melonjak, pedagang dan konsumen mempermasalahkan harga yang semakin naik.

Kalimat Menurut Fungsinya

a.       Kalimat Perintah
kalimat yang bertujuan untuk memberikan perintah kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah dalam bentuk lisan biasanya diakhiri dengan intonasi yang tinggi, sedangkan pada bentuk tulisan kalimat ini akan diakhiri dengan tanda seru (!).

contoh : Marilah kita bersama-sama melestarikan kebudayaan Indonesia!

b.      Kalimat Berita
kalimat yang isinya mengabarkan atau menginformasikan sesuatu. Dalam penulisannya kalimat ini diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya kalimat ini akan diakhiri dengan intonasi yang menurun. Biasanya kalimat berita akan berakhir dengan pemberian tanggapan dari pihak yang mendengar kalimat berita ini.

Contoh : Kita akan berangkat ke bandara besok siang
  
c.       Kalimat Tanya
kalimat yang bertujuan untuk mendapatkan informasi, biasanya kalimat ini akan diakhiri dengan pemberian tanda tanya (?). Kata Tanya yang sering digunakan untuk membuat kalimat Tanya ini ialah bagaimana, dimana, kemana, kapan, berapa, siapa, mengapa.

Contoh : Kemana korban bencana alam itu diungsikan?

d.      Kalimat Seruan
kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan. Dalam pelafalan biasanya ditandai dengan intonasi yang tinggi, sedangkan dalam penulisannya kalimat seruan akan diakhiri dengan tanda seru (!) atau tanda titik (.).

Contoh : Wah, indah sekali pemandangan itu!
 
NAMA  : Baharuddin Jusuf SP
NPM     : 11110312
KELAS : 3 KA 29

Sumber :  

Sugono, D. (1997). Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara.
http://id.wikibooks.org/w/index.php?title=Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:kalimat&oldid=33105

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar